Aku termangu memandang tak mau lugu
Terdampar di tengah pasir penuh peluh
Penuh gelisan
Dan aku padam di tiup amarah
Didera redupnya angkara
Menjadi dungu karena jemu
Aku akan menepi
Menuju pagi yang dingin berwarna jingga
Meneriakan benci
Mencuci semua dendam
Menjual tekad pada khayal
Dan tunduk pada ratu yang membisu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar