Aku ingin tertidur dari siang penuh penat
Menyerah pada hujan aku pasrah basah
Tak seperti biasanya aku terjaga dari teriknya matahari panas membakar ara
Menjemur semua luka hingga kering merona
Aku hanya terdiam di sudut dimana dinding lembab membuat tubuhku menggigil
Bukan kedinginan tapi kepanasan
Kepanasan akan sejuknya dosa menyala
Mengoyak ngoyak luka lama
Aku ingin seperti kemarin
Ketika mata tenang menutup katup
Mencerna setiap protein yang dulu aku hirup
Namun getir di dalam dada seperti meronta
Aku lelah terjerambah
Sempoyongan aku ingin mengalah
Lebih baik menyerah saja
Pagi buta di depan meja
1 oktober 2010 - 04.22 dini hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar