Kamis, 30 September 2010

Aku Ingin Seperti Kemarin

Aku ingin tertidur dari siang penuh penat
Menyerah pada hujan aku pasrah basah
Tak seperti biasanya aku terjaga dari teriknya matahari panas membakar ara
Menjemur semua luka hingga kering merona

Aku hanya terdiam di sudut dimana dinding lembab membuat tubuhku menggigil
Bukan kedinginan tapi kepanasan
Kepanasan akan sejuknya dosa menyala
Mengoyak ngoyak luka lama

Aku ingin seperti kemarin
Ketika mata tenang menutup katup
Mencerna setiap protein yang dulu aku hirup
Namun getir di dalam dada seperti meronta

Aku lelah terjerambah 
Sempoyongan aku ingin mengalah
Lebih baik menyerah saja


Pagi buta di depan meja
1 oktober 2010 - 04.22 dini hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar