Aku terus coba gerakan kaki untuk melangkah
Menerjang batu karang yang kokoh angkuh
Di antara tawa dan derita
Engkau ada
Wahai derita yang ku puja
Aku tau aku takan pernah mampu berpeluh
Hingga lusuh aku merangkak merusuh
Engkau lah embun di antara begitu banyak bulir daun
Engkau sejuk ketika pagi
Dan menguap seiring datang nya matahari
Engkau abadi
Jujur aku takan sanggup meninggalkan mu
Walau hingga akhir waktu kau kan ada dalam sanubariku
Membusuk bersama mayatku
Engkau adalah hidup untuk mati
Engkau tak akan terganti
Sampai nanti aku berdosa pada ibuku
Menduakan nya antara kau dan aku
Ingin aku membunuh mu
Karna aku begitu mencintaimu lebih dari aku
Biarkan aku menjadikan mu berhala ketika agama tak lagi ada
Aku ingin memilikimu selamanya
untuk : embun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar